Nikmati Waktu Bersama Guinness Botol – Home Design

Saat ini banyak minuman beralkohol baik kadar tinggi maupun kadar rendah yang memiliki karakter dan rasa yang berbeda-beda. Perbedaan bahan-bahan utama yang digunakan disetiap pembuatan bir membuat kecenderungan rasa bir berbeda-beda. Seperti bir ale dan bir stout, dua bir yang bahkan dari tampilan visualnya sudah terlihat jauh berbeda.

Bir stout warnanya cenderung gelap dan pekat serta rasa yang cenderung pahit, sedangkan bir ale mempunya warna yang terang dan cerah serta memiliki rasa cenderung manis dan memiliki rasa buah-buahan yang menonjol. Jenis bahan yang digunakan pun berbeda, stout biasanya menggunakan havermut atau malt, sedangkan ale biasanya menggunakan herbal

Kalian tentu pernah mendengar brand minuman bir ternama, Guinness. Yap, bir yang telah berdiri selama lebih dari puluhan tahun ini merupakan salah satu brand bir yang meleganda dan sangat populer. Dibuat sejak tahun 1750-an, tidak heran jika brand ini bisa menjadi melegenda.

Selain itu, kualitas yang selalu terjamin mutunya dan keotentikan dari bir guinness yang juga menjadi salah satu faktor penyebab kenapa bir guinnes begitu melegenda dan populer.brand bir yang satu ini dikenal karena bir stoutnya atau bir hitamnya. Bir hitam yang ditawarkan Guinness pun tidak anya satu produk, tetapi ada lebih dari satu yang ditawarkan seperti jenis draught dan foreign extra stout.

Pada awalnya Arthur Guinness, pendiri Guinness beer mendirikan sebua bar di Dublin berkat warisan dari kedua orang tuanya, Arthur memproduksi sendiri bir nya yang masih dalam skala kecil. Pada awalnya Arthur memproduksi dua bir yaitu bir ale dan bir strout, namun kemudian Arthur memutuskan untuk fokus dalam pembuatan bir stout dan tidak lagi menjual bir ale.

Arthur pertama kali menjual produksi stoutnya di tahun 1769 dimana ia mulai mengekspor stoutnya ke Inggris yang pada saat itu jumlahnya ada 6,5 barel.. Stout milik Arthur kini sangat mudah ditemukan baik di bar atau di supermarket yang memiliki lisensi menjual minuman beralkohol. Bir stout yang diproduksi oleh Guinness biasanya dibuat dengan bahan dasar malt. Dengan rasa yang cenderung pahit bir ini lebih populer dikalangan pria jika dibandingan dengan kalangan wanita. Eits, tetapi hal ini tidak berarti bir stout tidak bisa dinikmati wanita.

Guinness sendri tidak main-main dalam menjaga mutu dan kualitas bir nya. Tak tanggung-tanggung, guinnness bahkan memeperhatikan keotentikan pengemasan. Hal ini dilakukan agar mengurangi resiko adanya bir “oplosan” yang mengatas namakan Guinness.

Dibuktikan dari desain botol mereka yang meyematkan tanda tangan Arthur sehingga bir tersebut terjamin keasliannya dan keotentikannya. Desain dari pengemasan bir ini pun sangat asli dan unik sehingga sulit untuk ditiru. Dengan begini, produsen dari Guinness bir bisa memastikan bahwa produk yang dijual merupakan produk asli.

Guinness kini memiliki dua pengemasan yang berbeda dengan desain asli yang hampir sama, pertama yang paling baru yaitu dengan pengemasan kaleng dan yang klasik ada Guinness botol. Keduanya tetap memiliki rasa yang sedap hanya berbeda dalam bentuk pengemasannya saja. Bagi kalian yang ingin kemasan lebih praktis guinness kaleng memang jawaban yang tepat, tetapi jika anda meminumnya bersama teman, Guinness botol akan lebih nikmat untuk diminum bersama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *